Open BTS, Solusi Mini Yang Dinanti

Gratis VPN
Jakarta - Sekelompok anak muda bergegas membongkar muatan satu SUV double cabin. Bersemangat walau baru menempuh perjalanan berat belasan jam. Suasana sekitar luluh lantak dan mencekam akibat sapuan gelombang tsunami dahsyat 2 hari sebelumnya. Sedikit di kejauhan sejumlah survivor nampak memperhatikan. 2 orang dengan kaos berlabel “Relawan TI” cekatan merakit tenda knock down. Lainnya sibuk dengan gadget berfasilitas GPS dan sebuah laptop di atas bak SUV melakukan pointing VSAT. 2 jam berlalu portable mast setinggi 15 m telah tegak berdiri. Di atasnya terpasang 3 vertical antenna: untuk radio komunikasi all band, WiFi dan GSM. Di samping tenda terbentang modul solar panel kapasitas 1 KVA dan backup genset 5KVA sebagai andalan pasokan daya listrik. Di dalam tenda, server rakitan barebone berbasis Linux dengan jeroan prosesor quad core, 8 Gb RAM dan harddrive SSD 128 Gb yang hemat energi siap menjalankan sejumlah fungsi vital: aplikasi GNU Radio, Asterisk (SIP) dan Jabber (XMPP). Sekaligus sebagai router dan VPN IP yang akan terhubung via VSAT ke simpul terminasi dan interkoneksi operator GSM di National Internet Exchange di Jakarta. Tim Relawan IT ini tak sabar segera menyambungkan perangkat USRP dan mini amplifier ke sistem.

Selang 30 menit konfigurasi dan final check, call out GSM pertama dari ground zero dapat berlangsung. Cerita di atas adalah ilustrasi bagaimana teknologi Open BTS, WiFi, VSAT dan radio komunikasi dapat menjadi sebuah solusi mini yang dinanti oleh mereka yang menunggu harapan tak pasti di lokasi sulit terjangkau infrastruktur normal. Dalam kenyataannya, penggelaran sistem darurat ini bersama dengan sistem manajemen kebencanaan berbasis TI dan internet, dalam waktu secepatnya terbukti menurunkan tensi kepanikan di luar lokasi bencana serta meningkatkan efisiensi dan akurasi misi kemanusian. Ditambah bonus aliran informasi aktivis media sosial alternatif, relawan, jurnalis serta survivor membuka keterisoliran. Berbeda dengan gelaran teknologi internet yang membutuhkan perangkat akses tambahan rumit seperti laptop dan keterampilan menggunakannya, Open BTS melayani HP biasa yang seketika dapat memenuhi kebutuhan telekomunikasi dasar (voice, SMS). Awam sekalipun hanya perlu beberapa menit menguasai. Apalagi penetrasi seluler telah merakyat. Komunikasi yang mudah dan murah. Namun demikian, Open BTS dapat ditingkatkan kapasitas dan fitur layanannya tak hanya telepon dan SMS tapi juga komunikasi data.

Walau lebih praktis bila smartphone, gadget, tablet, laptop yang membutuhkan akses internet dapat terhubung ke WiFi HotSpot yang dalam ilustrasi di atas juga selalu disediakan. Berita baiknya Open BTS bersifat modular. Bisa ditambahkan power dan antena ukuran besar agar dapat menjangkau wilayah lebih luas. Atau menambah unit USRP apabila ingin melayani jumlah pengguna yang lebih banyak dan atau ingin bekerja pada spektrum frekuensi yang beragam. Komponen dasar sistem Open BTS sangat sederhana. Sehingga memungkinkan suatu desain topologi yang dapat digunakan untuk melayani banyak remote site yang tersebar luas dan minim sumber daya pendukung (listrik dll) misalnya untuk di perbatasan maupun blank spot sepanjang garis pantai kepulauan nusantara. Dalam skenario survival networking misalnya di perbatasan yang tidak terdapat sumber daya pendukung, maka antena, USRP dan Router (casing weatherproof) dapat dipasang pada atap rumah, menggunakan tiang bambu atau bahkan pada pohon kelapa. Untuk menghemat energi, sistem tidak selalu harus on 24/7 atau dapat dikonfigurasi untuk memberikan respon layanan secara on demand. 5.Interkoneksi ke MSC operator, National Internet Exchange harga nol.

USRP berfungsi sebagai transceiver (pemancar dan penerima) sinyal GSM. Jantung Open BTS sendiri sebenarnya adalah aplikasi GNU Radio, berfungsi sebagai pengendali USRP. Untuk penomoran dan manajemen lalu lintas suara (voice) digunakan aplikasi Asterisk (protokol VoIP SIP). Fungsi Asterisk mirip perangkat (hardware) MSC (Mobile Switching Center) pada sistem GSM. Karena itu Asterisk juga disebut soft switch karena berbasis piranti lunak. Sedang untuk SMS memakai aplikasi Jabber protokol XMPP. Semua free dan open source. Topologi di atas sesungguhnya adalah gambaran ideal yang belum sepenuhnya terwujud. Masih tersisa persoalan besar di sisi terminasi back end yaitu ijin untuk melakukan interkoneksi ke MSC operator. Peliknya regulasi jadi kendala terbesar yang mengakibatkan harapan dan penantian mereka yang terabaikan belum bisa tercapai sepenuhnya. Walau solusi alternatif tetap ada yaitu dengan terminasi ke operator VoIP (ITKP) dengan menggunakan metode two step dial (panggilan dua kali dengan kode nomer ekstensi seperti pada sistem PABX). Persoalannya ini tidak akan terlalu nyaman bagi pengguna awam karena perlu pembelajaran lagi. Open BTS mendapatkan nomor ekstensi baru dari sistem Asterisk sebagai pengenal dan tidak menggunakan nomor asli dari kartu operator eksisting yang digunakannya.

0 Response to "Open BTS, Solusi Mini Yang Dinanti"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel