Internetan Pakai VPN, Apa & Bagaimana Sih ,

Gratis VPN
Sudah lama sebenernya kabar ini booming di kalangan netter, berbagai pertanyaan pun muncul, dibarengi dengan menjamurnya orang-orang yang menjual layanan ini dengan harga yang dapat dibilang fantastis (mulai dari 100 ribu ke atas hingga 20 ribu perak juga ada). Banyak juga yang bertanya-tanya sampek nyesekin beberapa forum, cuman emang dasarnya newbie, inti pertanyaannya ya itu-itu aja, alias sama. Jadi, bagaimanakah serba serbinya, mari kita mulai dari awal dulu, tentang apa sih sebenernya VPN ini, kelebihannya, realitanya, sampai ngoprek status legalisasi dan cara konfigurasinya, akan dibahas selengkap-lengkapnya disini (menurut pengetahuan minim saya :D, ya maap,,, namanya juga baru belajar)…. Perlu penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang umum, tetapi lalu lintas antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site tersebut. VPN merupakan suatu bentuk private internet yang melalui publik network (internet), dengan menekankan pada keamanan data dan akses global melalui internet. Hubungan ini dibangun melalui suatu tunnel (terowongan) virtual antara 2 node.

Jadi intinya, VPN adalah suatu jaringan private (menggunakan sistem tunnel) di dalam jaringan internet (publik), dimana jaringan private ini seolah-olah sedang mengakses jaringan lokalnya tapi menggunakan jaringan publik / umum. Atau istilah kasarnya, VPN adalah jaringan di dalam jaringan. Membuka blokir semua website yang di blacklist oleh ISP Indonesia / mem-baypass semua blokirnya. Membuka encrypts traffic yang diproteksi oleh Wi-Fi / Hot Spots. Melindungi keamanan data password, kartu kredit, dan transaksi elektronik lainnya dari pencurian password. IP Public komputer anda akan tergantikan dengan IP Public luar negri dan Provider ISP anda tidak dapat mengetahui apa yang anda lakukan dalam kegiatan internet sehari-hari anda. Hmm… setelah berlarian kesana kemari (sampek keringeten, karena brosing berjam-jam hingga berhari-hari dari komputer kantor sampek rumah… :D), akhirnya saya temukan jawabannya. Yaitu karena internetan dengan VPN ini menggunakan celah keamanan / bug dari operator GSM yang menjadi induk semangnya (bisa XL, Indosat / Telkomsel). Entah bagaimana para bakul penjual VPN ini menemukan celah / bug pada port operator GSM, yang jelas, namanya melanggar keamanan adalah ilegal.

Layaknya rumah kita yang dijadikan sasaran maling, lantaran kepintaran si maling yang mencari celah / kelengahan dari keamanan rumah kita. Lalu dengan seenaknya si maling melewati rumah sebagai jalan tikus untuk melarikan diri. Meskipun tidak ada barang yang diambil / dirampok, tapi kan tidak bisa seenaknya menerobos rumah orang meskipun cuman sekedar numpang lewat, apalagi tanpa ijin. Jelaslah si pemilik rumah bakalan serasa kebakaran jenggot alias emosi. Ya kira-kira sih gitu analoginya antara si bakul VPN murah dengan operator GSM. 1. Karena operator GSM hanya dijadikan sebagai jalan tikus dan mereka (penyedia VPN murah) hanya numpang lewat, sedangkan kartu GSM yang digunakan juga harus tetap aktif dan ada pulsanya alias berlaku secara legal. Sehingga operator GSM tidak dirugikan dari sisi pulsa. 2. Teknologi yang ada haruslah dimanfaatkan. Mereka beralasan bahwa celah keamanan yang ada (pada operator GSM) bukanlah salah / ulah dari mereka. Artinya, celah keamanan itu bukan hasil dari retasan / hacking mereka, melainkan karena memang murni kelemahan pada sistem.

Mereka merasa tidak pernah merusak / meretas sistem keamanan mereka. Jadi mereka melihat celah / bug pada port yang dapat dimanfaatkan, jadi kenapa tidak digunakan selagi si operator GSM tidak menyadarinya, maka hal itu adalah sah-sah saja. Jadi, dari wacana di atas anda pastinya bisa menilai, mau pilih yang mana, ikut yang pro / kontra, Menilai ini halal (legal) ataukah harom alias ilegal. 1. Janji / iming-iming yang diberikan oleh para bakul VPN murah adalah kecepatan yang lebih gesit ketimbang penggunaan secara normal. Nyatanya, yang dipamerkan adalah kecepatan server VPN, itu kalau bukan over quota, sehingga jalur yang tersedia tidak sebanding dengan penggunanya. Ini yang menjadi salah kaprah, karena VPN sebenarnya bukan untuk meningkatkan kecepatan internet. Bila kita mengakses VPN yang punya kecepatan seperti jet tempur, dengan internet yang lemot, hasilnya kecepatan internet kita akan tetap lemot meski sudah pake VPN. Oleh karena itu bakul-bakul VPN menyarankan calon konsumennya agar memakai jaringan 3G atau HSDPA untuk terhubun, dengan tujuan agar kecepatan internet dapat dibanggakan setelah terhubung VPN. Artinya, VPN tanpa infrastruktr yang stabil sama aja dengan lemot. 2. Surfing dengan VPN dijamin akan lebih aman.

Nah loh, maunya untung, bisa jadi buntung besar ini. Jadi waspada & berhati-hatilah terhadap berbagai penawaran berinternet murah dengan VPN yang kini beredar luas dan bebas di pasaran. 3. Para bakul internet VPN murah juga menjanjikan koneksi internet yang stabil. Tapi faktanya, banyak forum-forum yang mengutuk menghujat hal ini alias pada kecewa. Dikarenakan koneksinya sering putus-putus dan susah nyambung. Ya coba dibayangkan aja, mereka kan mencari celah keamanan / bug dari port operator GSM, nah kalau bug itu udah ketahuan dan port-nya ditutup, otomatis tuh koneksi VPN bakalan ngadat, dan konsumenlah yang bakalan menerima imbasnya. Jadi para bakul harus berfikir lebih keras lagi untuk mencari celah / bug pada port yang lain, lalu operator GSM memperbaiki lagi celah keamanannya, bakul-bakul mencari lagi celah bug-nya, dan begitu seterusnya. Fiuuhh,,, capek juga mengulas tentang internet VPN murah ini. Jadi, bagaimana menurut anda, karena akan selalu ada pro kontra dari setiap aksi yang dilakukan. Semuanya kembali kepada niat, pemahaman dan penalaran anda. Kalau ada yang mau memberi masukan / interupsi, silahkan diisi comment di bawah ini. Semoga ulasan ini bermanfaat….

0 Response to "Internetan Pakai VPN, Apa & Bagaimana Sih ,"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel